Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Apa Fungsi Vitamin C Yuk Kenali Lebih Dalam

 

Tidak berlebihan bila vitamin C dikatakan sebagai the king of vitamins. Tanpa mengecilkan peranan vitamin lain, kenyataannya vitamin C telah dikenal sejak lama dan sampai saat ini tetap menjadi bahan penelitian dan terus digali manfaat dan mekanisme kerjanya. Banyak hal yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah, tetapi manfaat langsung terapi vitamin C pada beberapa kasus berat dalam waktu relatif singkat meyakinkan para ilmuwan dan praktisi kesehatan akan peran besar vitamin C di berbagai proses dalam tubuh manusia. Asam askorbat adalah salah satu nama lain vitamin C. Saat ini para ilmuwan memberikan julukan lain seperti: first line antioxidant, banyak suplemen yang disebut sebagi antioksidan, tapi vitamin C merupakan lini pertamanya. Dalam dunia kedokteran, lini pertama berarti pilihan pertama. Lini kedua akan dipilih hanya jika lini pertama tidak tersedia, memberikan efek samping yang tidak dikehendaki, atau terbukti gagal. Kenyataannya vitamin C mudah sekali diperoleh dari berbagai sumber (kecuali di daerah tertentu atau kondisi tertentu) dan merupakan vitamin yang sangat aman selama tidak berlebihan. Jika Anda berpikir Anda sedang membutuhkan antioksidan, vitamin C adalah pilihan utama Anda.

Stress oksidatif telah menjadi masalah penting bagi masyarakat dunia saat ini. Stress tidak hanya diartikan sebagai beban pikiran, tapi juga terjadi pada tubuh secara fisik. Sel-sel dan organ tubuh harus menghadapi stress setiap saat. Secara alami tubuh dapat menetralisir radikal bebas sebagai produk akhir dari berbagai proses metabolisme. Tapi berbagai faktor menyebabkan radikal bebas terus terbentuk hingga tubuh tidak sanggup lagi menangkalnya. Saat inilah terjadi stress oksidatif dan sangat memerlukan antioksidan.

Siapakah yang berpotensi mengalami stress oksidatif?

- Perokok, memerlukan vitamin C 30-50% lebih banyak dari kebutuhan normal. Karena rokok membuat komponen dalam tubuh begitu sibuk untuk berusaha mempertahankan kondisinya.

- Penderita penyakit berat atau lama.

- Kurang gizi karena berbagai faktor seperti: kemiskinan, sakit lama, lanjut usia, pola makan yang salah, dll.

- Pekerja berat baik fisik maupun mental.

- Terpapar polusi.

Obat pendarahan : vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen yang merupakan protein penting dalam jaringan tubuh. Termasuk di dalamnya adalah mempertahankan kondisi dinding pembuluh darah. Pada banyak kasus yang berhubungan dengan pendarahan ringan hingga berat, vitamin C terbukti dapat memperbaikinya dalam waktu relatif singkat. Beberapa di antaranya seperti:

- Kasus hematoma, di mana terjadi pendarahan dan berkumpul di suatu lokasi (seringkali pada tungkai). Bisa terjadi pada mereka yang sedang mengalami penyakit berat seperti pada kasus seorang penderita hepatitis C akibat pemakaian narkoba. Terjadi pula pada seorang pria paruh baya akibat nutrisi yang tidak baik. Pada kasus gizi kurang seringkali vitamin C yang pertama kali perlu disuplementasi. Kondisi ini biasa didiagnosa sebagai “scurvy”, penyakit yang timbul karena defisiensi vitamin C.

- Mereka yang sering mengalami pendarahan gusi, mendatangi dokter gigi dan tidak didapati kelainan pada gigi, juga tidak teratasi dengan pembersihan karang gigi, seringkali mengalami perbaikan nyata dengan pemberian vitamin C.

- Lebam atau mimisan tanpa sebab dan cukup sering terjadi, tidak terdapat kelainan darah pada pemeriksaan lebih lanjut, ternyata dapat diatasi dengan vitamin C.

Neuroprotektif: mempunyai efek positif bagi saraf, termasuk berbagai penyakit saraf di mana terjadi kematian dan inflamasi sel-sel saraf  karena berbagai faktor terutama usia, di antaranya Alzheimer. Dalam berbagai penelitian pada tikus, vitamin C juga terbukti mengurangi kejang yang merupakan penyakit yang terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang dipicu oleh berbagai faktor.

Vitamin di saat kritis: vitamin C adalah vitamin yang sering diberikan untuk pasien kritis yang dirawat di rumah sakit. Pemberian vitamin C secara intravena mendukung atau setidaknya  mempertahankan berbagai proses selular dalam tubuh pasien yang sedang menghadapi proses berat.

Dalam keadaan normal Anda hanya perlu rutin mengkonsumsi bahan alami yang mengandung vitamin C yang banyak terkandung di dalam sayur dan buah. Tapi dalam kondisi tertentu Anda membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi, yang bisa Anda dapatkan dari suplemen. Kesimpulannya dalam kondisi apapun tubuh manusia membutuhkan vitamin C. Besar atau kecilnya, Andalah yang menentukannya.

 

Tinggalkan Komentar Anda

88 + = 97