Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Dahak Tertelan: Apa Yang Terjadi?

 

Pertanyaan ini sering kita dengar atau mungkin juga menjadi pertanyaan bagi Anda. Secara logika, dahak mengandung kuman. Apakah dengan menelan dahak tersebut batuk akan menjadi lebih sulit sembuh atau mungkin dapat menyebabkan gangguan lain? Sebenarnya setiap saat kita tanpa sadar menelan lendir yang ada di pangkal tenggorokan kita. Apakah itu lendir yang berasal dari hidung yang mengalir ke bawah, atau yang berasal dari saluran nafas bawah dibawa naik oleh sejenis rambut halus yang disebut silia sebagai mekanisme untuk membersihkan saluran nafas. Lendir yang seperti ini adalah lendir yang normal dan memang dibentuk oleh tubuh untuk melembabkan permukaan saluran nafas, seperti halnya bagian selaput lendir lainnya di dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu seperti banyak debu, alergi atau infeksi, produksi lendir ini dapat meningkat sebagai usaha untuk “menangkap” lebih banyak debu, polutan atau partikel asing lain dan kemudian dikeluarkan. Bila jumlahnya cukup banyak atau kental, akan merangsang mekanisme lain untuk mengeluarkannya yaitu dengan batuk.

Terkadang setelah batuk tidak sengaja dahak tersebut tertelan, terutama pada anak yang belum dapat melakukan usaha untuk membantu mengeluarkan dahak dari pangkal tenggorokannya. Dahak yang ditelan ini akan masuk ke saluran yang berbeda, bukan lagi ke saluran nafas, tapi saluran makanan atau kerongkongan. Jadi pada dasarnya mekanisme pengeluaran dahak sudah berhasil, hanya memang tidak dikeluarkan melalui mulut. Selanjutnya ketika masuk ke dalam lambung, kuman yang ada akan mati oleh proses kimiawi dari enzim pencernaan di lambung. Memang ada kuman tertentu yang tahan terhadap asam lambung dan dapat berkembang sebagai penyakit, misalnya kuman TBC. Itu sebabnya kuman TBC disebut juga bakteri tahan asam. Tapi ini adalah kasus tersendiri dan dapat terjadi tanpa melalui jalur menelan dahak. Apa yang penting untuk dilakukan adalah :

- Carilah penyebab dari timbulnya dahak yang berlebihan, selanjutnya cari solusinya.

- Hindari dan lindungi diri dari lingkungan yang mengandung polutan tinggi dengan masker, dan lain-lain.

- Tingkatkan daya tahan tubuh Anda dengan mengatur pola makan sehat dan cukup beristirahat.

- Olah raga teratur.

- Gangguan awal saluran nafas karena infeksi tanpa faktor pemberat seperti sesak, dapat diterapi dengan obat seperti Mucovy, dengan mekanisme kerja mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan serta mengurangi peradangan/inflamasi saluran nafas. Didukung oleh fakta bahwa penyebab infeksi saluran nafas akut sebagian besar adalah virus yang hanya perlu mendapatkan pengobatan simtomatik sebagai penanganan awal, seperti:

- Minum cukup air putih akan membantu mekanisme pengeluaran dahak.

- Tutuplah mulut ketika batuk atau bersin untuk mencegah penularan kuman.

- Tempat terbaik untuk membuang dahak adalah saluran pembuangan seperti kloset dan wastafel.

 

Tinggalkan Komentar Anda

50 + = 55