Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Benar Atau Salah Seputar Zat Besi

Besi adalah mineral yang sangat penting bagi tubuh. Besi yang berikatan dengan sel darah merah membentuk hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Bila asupan besi tidak cukup, maka segala aktivitas tubuh yang membutuhkan oksigen akan terganggu. Proses berpikir, menggerakkan otot, melawan virus dan bakteri, memperbaiki sel yang rusak, pertumbuhan dll, semuanya akan berjalan tidak semestinya.

Berikut ini beberapa beberapa hal yang benar dan yang salah berkaitan dengan zat besi:

  • Benar bahwa besi ikut menentukan tinggi badan anak

Anak yang kekurangan besi dalam jangka waktu cukup lama di masa penting pertumbuhannya dapat terlihat dari tinggi badannya yang berada di bawah batas tinggi badan anak seusianya. Akhirnya dapat berpengaruh pula pada berat badan yang juga berada di bawah garis normal. Karena itu bila ibu mendapatkan pertambahan berat badan dan tinggi badan anaknya selalu berada di bawah garis normal untuk anak seusianya, padahal orang tua anak bertinggi badan normal, haruslah memikirkan kemungkinan kurang nutrisi. Bila anak sangat sulit untuk beralih ke makanan padat dan hanya mau minum ASI, maka kecurigaan akan kekurangan besi akan semakin beralasan. Bila nafsu makan anak normal, maka yang perlu dipertanyakan adalah apakah jenis makanannya sudah seimbang dan cukup mengandung besi? Besi yang mudah diserap atau besi yang hanya sedikit diserap oleh usus? Bila daging merah, hati dan bayam tidak ada dalam daftar, maka kemungkinan memang karena zat besi yang dimakan adalah jenis yang sedikit diserap. Atau apakah ada masalah penyerapan usus karena gangguan tertentu pada usus.

  • Salah bahwa anak yang sulit makan dan hanya mau minum susu dapat diteruskan ASInya secara eksklusif hingga usia di atas 1 tahun

Setelah mencapai usia 6 bulan bayi mulai beralih ke makanan padat secara bertahap. Bila anak hanya mau minum susu, maka pilihlah susu formula yang difortifikasi dengan besi agar tidak terjadi defisiensi besi yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya.

  • Besi yang masuk ke dalam tubuh semuanya digunakan oleh tubuh dan tidak ada yang terbuang

Dalam mengelola besi yang masuk ke dalam tubuh, tidak ada mekanisme pengaturan keseimbangan antara kebutuhan dan yang dibuang melalui urine, rambut,kuku dll. Karena itu jalan pengaturan satu-satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung besi dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan karena cukup atau tidak, besi tetap dibuang dalam jumlah yang relatif sama setiap harinya. Kelebihan zat besi dapat berakibat gangguan pencernaan, gangguan hati, ginjal hingga kematian bila tidak mendapat tindakan segera. Sifatnya lebih darurat dibandingkan kekurangan zat besi. Intoksikasi zat besi jarang hanya dari makanan sehari-hari kecuali adanya penyerapan yang berlebihan akibat penyakit tertentu. Kelebihan zat besi lebih sering disebabkan terapi tambahan zat besi yang terlalu lama tanpa kontrol yang baik. Karena itu biasanya pemberian tambahan zat besi pada anak biasanya maksimal 5 bulan.

  • Benar bahwa hemoglobin standard wanita relatif lebih rendah dibanding pria tetapi wanita membutuhkan lebih banyak asupan zat besi dibanding pria

Wanita membuang lebih banyak besi ketika masa menstruasi dan membutuhkan jauh lebih banyak zat besi ketika hamil untuk membentuk hemoglobin bayi dan plasenta.

  • Benar bahwa besi adalah zat yang stabil dan penyerapannya tidak dipengaruhi oleh zat lain

Ada cukup banyak zat atau senyawa yang dapat mempengaruhi penyerapan besi, baik yang meningkatkan penyerapan seperti vitamin C dan asam lambung, juga yang menghalangi penyerapan seperti antasida pada obat lambung, kopi dan teh. Karena itu hendaknya pada orang yang berisiko kekurangan zat besi seperti wanita hamil dan yang berada dalam masa menstruasi atau mereka yang baru mengalami pendarahan yang cukup berarti karena kecelakaan, operasi dll,  lebih berhati-hati dalam hal ini. Alih-alih minum kopi atau teh, lebih baik menambah asupan buah- buahan yang kaya vitamin C atau suplemen vitamin C. Kalaupun ingin minum kopi, teh atau harus mengkonsumsi antasida, berikan jarak paling sedikit satu jam setelah makan.

Demikian beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang zat besi untuk menambah wawasan dan mengurangi angka kejadian anemia defisiensi besi terutama pada anak dan wanita hamil untuk mendapatkan generasi yang sehat dan cerdas.

Tinggalkan Komentar Anda

3 + 7 =