Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Kondisi Yang Menyebabkan Daya Tampung Paru-Paru Berkurang

 

Pernahkah Anda membandingkan irama nafas Anda dengan orang lain di dekat Anda? Saat inspirasi, yaitu ketika menarik nafas, demikian juga ketika membuang nafas atau ekspirasi. Jangan heran jika irama dan kecepatannya berbeda, karena memang sudah seharusnya demikian. Dengan kecepatan inspirasi dan ekspirasi yang berbeda tersebut, kemungkinan besar volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru juga akan berbeda. Itu adalah volume tidal paru-paru, yaitu volume udara yang keluar dan masuk paru-paru ketika bernafas biasa. Jika dipaksakan, masih ada udara yang dapat dimasukkan dan dikeluarkan setelah nafas biasa bukan? Ini disebut volume cadangan. Yang masih bisa dihirup dengan paksa namanya volume cadangan inspirasi, yang dipaksakan untuk keluar namanya volume cadangan ekspirasi. Taukah Anda, setelah mengeluarkan udara sebanyak mungkin dengan ekspirasi maksimal, dipastikan masih ada udara yang tersisa didalam paru-paru Anda. Ini yang disebut volume residu. Volume tidal ditambah volume cadangan disebut volume vital paru-paru. Jika volume vital ditambahkan volume residu, didapatlah kapasitas paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk menampung udara.

Kapasitas paru-paru manusia berbeda-beda, bahkan dapat dibilang sangat bervariasi. Jika seorang ibu rumah tangga dengan aktivitas standar mungkin memiliki kapasitas paru-paru kurang dari 5 liter, seorang penyelam profesional dapat memiliki kapasitas lebih dari 10 liter.

Berikut beberapa kondisi yang berkaitan dengan kapasitas paru-paru:

  1. Pada dasarnya kapasitas paru-paru manusia bergantung pada etnis, tinggi dan bentuk tubuh, terutama tubuh bagian atas, aktivitas, kondisi kesehatan, kualitas udara yang dihirup, kebiasaan, ketinggian tanah yang ditinggali dan lain-lain.
  2. Prinsipnya, mereka yang sehari-hari membutuhkan lebih banyak oksigen akan memiliki kapasitas paru-paru lebih besar. Ini juga yang menyebabkan secara umum laki-laki memiliki kapasitas paru-paru yang lebih besar dari wanita, karena laki-laki melakukan aktivitas yang relatif lebih berat dari wanita. Ini juga berarti kapasitas paru-paru dapat ditingkatkan dengan peningkatan aktivitas bertahap termasuk olah raga dan latihan pernafasan.

Jika dibalik, dapatkah kapasitas paru-paru menurun? Jawabannya Ya. Bagaimana itu dapat terjadi? Sebenarnya kapasitas paru-paru secara alami memang akan berkurang dengan bertambahnya usia. Fungsi sel dan jaringan paru-paru akan menurun, demikian pula dengan otot-otot pendukung pernafasan seperti otot dada dan diafragma. Bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, coba bandingkan nafas Anda jika sekarang melakukan lari 100 meter dengan kecepatan yang sama dengan ketika Anda duduk di bangku SMA. Sekarang terasa lebih melelahkan bukan?

Namun di luar faktor alami tersebut, ada faktor-faktor lain yang dapat mempercepat penurunan kapasitas paru-paru, antara lain:

  1. sama dengan proses peningkatan yang bertahap, penurunan bertahap dapat terjadi misalnya dengan berkurangnya aktivitas karena perubahan pola hidup, jenis pekerjaan, peningkatan berat badan dan lain-lain.
  2. Berbagai penyakit yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh. Secara tidak langsung misalnya karena gangguan mobilitas mengakibatkan penurunan aktivitas fisik, patah tulang iga, kelainan tulang belakang dan lain-lain. Secara langsung berpengaruh dapat berupa penyakit paru-paru yang mengakibatkan sumbatan sebagian jalan nafas sehingga menyulitkan keluar dan masuknya udara, atau karena kualitas sistem pernafasannya yang terganggu, seperti dinding saluran nafas yang kaku atau rapuh.

Apa akibat dari kapasitas paru-paru yang berkurang? Pengurangan bertahap akan mengurangi performa dalam beraktivitas. Jika ini memang murni karena faktor usia, orang secara alami melakukan adaptasi. Misalnya yang dulu mampu berjalan kaki dengan kecepatan 10 km/jam, ketika berusia 70 tahun akan berjalan lambat asal selamat.

Bagaimana jika terdapat faktor lain yang mengurangi kapasitas paru-paru? Setiap pengurangan kapasitas dalam jumlah tertentu akan mengurangi kemampuan paru-paru untuk mendukung berbagai aktivitas, termasuk juga proses metabolisme tubuh. Jika penurunan tersebut lebih cepat dari penambahan usia, maka individu tersebut akan mengalami kemunduran fisik dini.

Sebuah studi yang membandingkan perokok muda berusia 15-18 tahun dengan kebiasaan merokok hingga 10 batang / hari selama 1-3 tahun saja telah memberikan bukti kemunduran yang cukup signifikan dibandingkan mereka yang tidak merokok. Bagian yang dibandingkan di antaranya adalah kekuatan otot dada, panjang lingkar dada serta volume vital paru-paru.

Bahkan pada kasus tertentu, misalnya ketika terjadi PPOK (penyakit paru-paru obstruktif kronis) di mana kerusakan paru-paru bersifat progresif dan tidak akan membaik, maka kualitas hidup akan sangat menurun, bahkan dapat menjadi penyebab kematian.

Maka menjaga fungsi paru-paru adalah penting dan sangat mungkin dilakukan dengan cara:

  1. Menjaga kesehatan termasuk mempertahankan berat badan ideal.
  2. Berolah raga.
  3. Sebisa mungkin menjaga kualitas udara lingkungan.
  4. Menghindari asap rokok.

Jika telah mengalami kemunduran kapasitas paru, yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menjalankan terapi sesuai petunjuk dokter, jika penyebabnya adalah penyakit tertentu.
  2. Jika berhubungan dengan kebiasaan yang dapat dirubah, maka perubahan pola hidup dan kebiasaan sangat diperlukan untuk mencegah penurunan lebih lanjut.
  3. Berbagai usaha dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kembali kapasitas paru seperti olah raga dan latihan pernafasan.
 

Tinggalkan Komentar Anda

6 + 1 =