Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Masa Pandemi, Stres Meningkat: Benarkah Berpengaruh Pada Asam Lambung?

Tingkat stres meningkat pada masa pandemi rasanya tidak terbantahkan. Beberapa faktor mempengaruhi, seperti:

  • Khawatir terinfeksi virus.
  • Pembatasan sosial mengakibatkan ketidakleluasaan, banyak aktivitas yang sekarang tidak dapat dilakukan.
  • Masalah finansial atau yang berkaitan dengan pekerjaan.
  • Perubahan kebiasaan seperti belajar daring, menyebabkan masalah adaptasi pada seluruh penghuni rumah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah stres seperti ini menyebabkan kenaikan asam lambung? Untuk menjawab pertanyaan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Menilai secara langsung. Para peneliti telah membuktikan memang benar stres menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Produksi asam lambung diatur oleh otak, sedangkan stres mempengaruhi aktivitas otak. Karena ada banyak hal yang kompleks berkaitan dengan mekanisme stres dan produksi asam lambung, maka akibat yang ditimbulkan tentu berbeda pada masing-masing individu. Seperti itu pulalah yang didapati pada berbagai penelitian. Tidak semua orang yang mendapatkan stres dengan tingkat yang sama, akan memberikan respon yang sama. Namun bahwa asam lambung dapat dipengaruhi oleh stres, adalah benar adanya.
  • Menilai dari akibat yang ditimbulkan oleh peningkatan produksi asam lambung. Adapun efek yang timbul dapat berupa gangguan lambung seperti kembung, tidak nafsu makan, mual, muntah, nyeri hingga naiknya cairan lambung ke atas. Keluhan seperti ini kadang terasa sangat mengganggu, apalagi jika bercampur dengan gejala stres lainnya seperti sulit tidur, berdebar-debar(peningkatan denyut jantung), keram perut, otot tegang, diare/konstipasi, dll. Efek-efek ini sebenarnya merupakan hasil dari meningkatnya produksi hormon tertentu ketika menghadapi stres. Tubuh mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang datang. Namun pada orang yang tidak dapat mengendalikan stres dengan baik, efeknya menjadi berlebihan dan berkepanjangan. Timbulnya berbagai keluhan membuat orang tersebut makin khawatir dan stres bertambah. Ini yang disebut lingkaran setan dan perlu diblok pada satu titik untuk menguraikannya.
  • Pembuktian terbalik. Pada beberapa orang dengan memberikan obat penekan produksi asam lambung akan memberikan hasil yang cukup baik. Biasanya terutama pada orang yang memang pada dasarnya memiliki riwayat luka pada lambung atau usus dua belas jari, kenaikan asam lambung dapat menyebabkan kekambuhan. Dan dengan menekan produksi asam lambung akan terlihat adanya perbaikan keluhan. Namun ini tidak berlaku pada semua kasus. Dokter tidak selalu memberikan obat tersebut.
Baca Artikel Lainnya :   Berkenalan dengan Epigallo, Kandungan Teh Hijau yang Diteliti Mampu Kurangi Bahaya Akibat Covid-19

Membuktikan kenaikan asam lambung akibat stres dipandang penting, lebih dikarenakan hubungannya dengan pencegahan maupun penanganannya. Jika Anda tahu stress yang tidak dikendalikan dengan baik akan menyebabkan gangguan kesehatan, maka sebaiknya Anda berfokus pada pencegahan/pengelolaan stress. Obat-obatan hanya bersifat membantu mengurangi keluhan, tetapi tidak dapat menghentikan penyebabnya. Memang betul ada jenis stres akut berat yang sulit dihindari dan dikelola seperti stres akibat musibah besar, luka bakar luas, operasi besar atau penyakit/trauma berat. Namun pada sebagian besar orang justru mengalami gangguan kesehatan berkepanjangan akibat stres psikis yang sebenarnya merupakan ornamen sehari-hari dan dapat ditanggulangi. Ada orang tertentu yang memang mengalami kesulitan walaupun hanya menghadapi stres ringan-sedang.
Berikut ini beberapa cara yang terbukti dapat dilakukan untuk mengurangi stres, antara lain:

  • Berolah raga rutin. Pilih olah raga yang Anda senangi. Kegiatan ini dapat meningkatkan produksi hormon yang berfungsi memberikan rasa senang serta relaksasi. Ini sangat baik untuk menetralisir/menekan hormon yang menimbulkan gejala stres sebelumnya.
  • Konsultasi dengan psikiater/psikolog jangan dianggap tabu. Dengan keinginan kuat dan tujuan yang positif, sesi konsultasi ini akan sangat membantu.
  • Cara lain untuk merelaksasi pikiran misalnya dengan kegiatan rohani, yoga, mendengarkan musik yang Anda sukai terutama yang berefek menenangkan. Hindari aktivitas yang terlalu melelahkan atau yang menguras pikiran dan emosi.

Selesaikan pekerjaan Anda satu-persatu, cobalah diatur dalam skala prioritas. Jangan menunda-nunda. Menyelesaikan tugas yang bertumpuk akan terasa sangat melegakan. Setelah itu Anda usahakan untuk mengatur jadwal dengan baik. Singkirkan hal-hal yang tidak penting, apalagi yang dapat menjadi sumber masalah misalnya olah raga ekstrim, bermain gadget hingga larut malam, dll. Percobaan membuktikan, kelompok orang yang mengatur aktivitas dengan baik mempunyai ketahanan lebih tinggi terhadap stres.

Baca Artikel Lainnya :   3 Cara Mengatasi Diare dengan Tepat dan Cepat

Demikianlah ada hal-hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimana menghadapinya adalah sangat penting. Manusia diberi kemampuan yang memadai untuk itu. Walaupun dengan tingkatan yang berbeda, namun semua orang pasti memilikinya. Pengenalan akan kemampuan diri-sendiri dan mempersiapkan diri dengan cara beradaptasi dan mengembangkan diri adalah kuncinya. Bentuklah pikiran yang positif dan mudah diprovokasi untuk gembira. Karena Anda paham bahwa pikiranlah yang mengendalikan aktivitas tubuh. Termasuk ketika Anda berusaha untuk mengendalikan stres, jangan biarkan faktor negatif dari luar Anda memegang kendali. Anda sendirilah yang berkuasa mengendalikannya. Pada akhirnya Anda akan melihat hasilnya.

Tinggalkan Komentar Anda