Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Mengapa Memilih Sakit Dari Pada Berobat

Tidak jarang kita mendengar orang yang didiagnosa menderita penyakit tertentu dalam kondisi agak terlambat karena telah berada pada tahap komplikasi atau lebih buruk lagi dinyatakan telah tidak ada kemungkinan perbaikan bahkan divonis dengan kata-kata tinggal tunggu waktu. Banyak faktor yang menyebabkan keadaan ini, tetapi satu hal yang sangat disayangkan adalah bila hal ini disebabkan ketakutan akan efek pengobatan. Beberapa orang menganggap minum obat jangka panjang adalah sesuatu yang mutlak dihindari karena dapat merusak ginjal dan akibatnya harus menjalani cuci darah seumur hidupnya. Ini adalah contoh salah satu alasan. Sebagian kemudian memilih untuk tidak memeriksakan diri sama sekali dan sebagian lagi sudah mengetahui penyakitnya dan memilih untuk dibiarkan saja tanpa penanganan medis atau pun evaluasi lebih lanjut.

Kondisi seperti di atas sangat umum terjadi dan sesungguhnya merupakan tantangan dunia kesehatan yang harus dihadapi dan dicari solusinya. Saat ini masyarakat cukup mudah untuk mendapatkan informasi, tapi mengetahui informasi mana yang benar  dan mana yang justru mengarah kepada tindakan yang salah dan berakibat negatif, itulah tantangan terbesarnya. Ada pula yang memang tidak berusaha untuk mencari informasi dan mempercayakan kesehatan dirinya hanya kepada sinyal yang berasal dari tubuhnya, kapan terus bertahan dan kapan baru mencari pendapat medis.

Bila ditinjau dari prinsip menjaga kesehatan tentunya yang terbaik adalah mencegah sebelum terjadinya sakit. Ada penyakit yang memang dapat dicegah datangnya atau setidaknya  tindakan pencegahan memang harus dilakukan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya, memperlambat atau meringankan gejalanya. Dalam hal membicarakan pengobatan jangka panjang biasanya berhubungan dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes tipe 2, osteoporosis, penyakit kardiovaskuler yang berhubungan dengan penurunan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang berhubungan dengan penurunan fungsi organ tertentu dengan bertambahnya usia dan memang biasa terjadi pada lansia. Namun perubahan pola makan dan aktivitas saat ini menyebabkan penyakit – penyakit ini sering terjadi pada masa pralansia. Ini salah satu alasan mengapa ketika penyakit ini ditemukan bukan pada tahap awal tetapi telah berlangsung beberapa waktu tanpa disadari oleh penderitanya. Hal ini pula yang menyebabkan tindakan yang diambil oleh dokter bukan hanya berupa perubahan pola makan dan aktivitas, melainkan kombinasi dengan obat-obatan. Baik itu pengobatan untuk mengurangi keluhan maupun pengobatan untuk mengontrol jalannya penyakit.

Sebagian besar obat-obatan akan melalui proses di dalam lever/hati dan ginjal. Sebagaimana makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari juga akan mengalami proses serupa. Maka penggunaan obat yang rasional, yaitu yang diberikan oleh orang yang kompeten dalam hal ini dokter dengan tujuan jelas, dosis yang sesuai dengan  evaluasi berkala adalah tindakan yang sangat dapat dipertanggungjawabkan. Komunikasi yang baik antara dokter dan pasien akan mendapatkan hasil yang baik yang dinamakan penyakit degeneratif yang terkontrol di mana komplikasi tidak terjadi atau minimal, dengan dosis obat yang minimal pula atau bahkan kadang kala dapat diberhentikan dengan catatan tetap dalam pemantauan.

Tahukah anda bahwa penyakit degeneratif yang tidak ditangani dengan baik justru akan menyebabkan kerusakan yang anda khawatirkan dapat disebabkan oleh obat yang anda minum. Contoh : seorang penderita diabetes tipe 2 yang telah mengetahui penyakitnya lebih dari setahun tetap menolak untuk minum obat dokter karena khawatir akan menyebabkan ketergantungan obat dan terjadi kerusakan ginjal. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah:

-orang tersebut menjaga pola makannya dengan baik dan berolah raga teratur sehingga penyakitnya terkontrol dan gula darahnya dapat bertahan pada angka normal. Evaluasi dilakukan dengan teratur. Ini adalah kondisi yang paling ideal.

-tidak berhasil menurunkan gula darahnya hingga normal walaupun telah melakukan pengaturan pola makan sehat dan olah raga teratur. Memilih untuk mengobati secara tradisional dan mendapatkan hasil yang baik. Tujuan tercapai dengan catatan pada obat tradisional yang dikonsumsi apakah dapat dipertanggungjawabkan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang. Evaluasi efek samping sangat dianjurkan.

-tidak melakukan tindakan apapun baik  pengaturan pola makan, olah raga maupun konsumsi obat karena merasa baik-baik saja. Sampai pada suatu saat mengalami sakit yang disangka lain penyebab kemudian mendatangi dokter dan didiagnosa sebagai diabetes tipe 2 dengan komplikasi.

Dan pada pasien ini ternyata telah terjadi kerusakan sebagian pembuluh darah mata dengan keluhan berkurangnya ketajaman penglihatan, neuralgia dengan keluhan sering nyeri tungkai bawah dan tahap awal penurunan fungsi ginjal.

Apa kesimpulan yang dapat kita ambil dari contoh kasus ini? Ini belum merupakan contoh terburuk. Ada banyak kejadian yang jauh lebih buruk dan menyedihkan terjadi setiap hari akibat pengambilan keputusan yang salah karena minimnya pengetahuan akan penyakit yang diderita.

Beberapa tips berikut ini semoga membantu anda mengambil keputusan yang tepat:

-terapkan pola hidup dan pola makan yang sehat.

-kenalilah dan antisipasi penyakit keturunan yang ada dalam keluarga anda.

-walaupun tanpa keluhan, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin minimal setahun sekali.

-pencegahan penyakit tertentu yang dapat dilakukan dengan vaksinasi perlu dipertimbangkan, terutama penyakit yang berakibat fatal atau yang sedang mewabah.

-kalaupun anda terdiagnosa penyakit tertentu, terutama yang ada kemungkinan untuk mengkonsumsi obat jangka panjang, ingatlah prinsip pengobatan awal tanpa obat memang paling ideal. Tetapi bila be;um berhasil dan harus dibantu dengan obat tertentu, kenalilah informasi tentang obat tersebut menyangkut fungsi, cara penggunaan dan efek samping sehingga anda dapat mengkonsumsinya dengan perasaan aman.

-evaluasi teratur dan komunikasi yang baik dengan dokter anda akan mendatangkan rasa optimis. Bersama-sama melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai kondisi terbaik, terhindar dari komplikasi dan terkendali tanpa mengurangi kualitas hidup anda.

Tinggalkan Komentar Anda

80 + = 83