Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Menjadi Lansia Yang Bahagia

Memasuki usia 60 tahun artinya telah menjadi lansia. Tapi bukan berarti kualitas hidup harus berubah drastis. Sedapat mungkin sejak pralansia telah dipersiapkan segala sesuatunya untuk kemudian menjadi lansia yang bahagia dan tetap mandiri serta produktif. Ini merupakan harapan dan cita-cita setiap orang.

Setelah memasuki masa lansia, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus baik oleh lansia sendiri maupun orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Hal-hal yang akan sangat mempengaruhi lansia dan memberi dampak buruk bagi kualitas hidup hingga mempengaruhi harapan hidup lansia. Yuk simak dibawah ini:

Rasa Kesepian

Sebuah studi memperlihatkan betapa besar akibat rasa kesepian ini pada lansia. Terdapat 23% dari lansia yang menjadi obyek studi ini meninggal dunia dalam kurun waktu 6 tahun penelitian. Lansia merasa kesepian bisa karena telah ditinggal pasangan, jumlah keluarga yang mendampingi terbatas atau sibuk sehingga kurang mendapat perhatian, keterbatasan fisik sehingga tidak dapat leluasa melakukan kegiatan sosial, depresi dll.

Ditinggal pasangan karena meninggal dunia adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Seperti apapun karakternya, ditinggal pasangan adalah kondisi yang berat dan tidak dapat diukur dari tampak luarnya. Maka peran keluarga sangat diperlukan pada masa-masa seperti ini, terutama dalam tahun pertama. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti:

  1. Menemani sebanyak mungkin dalam keseharian termasuk ketika tidur malam. Menemani tidak hanya dalam bentuk kehadiran tetapi benar-benar menjadi teman bicara, bertukar pikiran dan beraktivitas. Tanpa disadari kadangkala lansia terpinggirkan dan merupakan orang terakhir yang diajak berkomunikasi atau dimintakan pendapat. Hal ini memperkecil peranan mereka dan membuat mereka semakin lama semakin pasif. Tidak perlu menitikberatkan jawaban yang akan didapat, tetapi proses berkonsultasi adalah salah satu bentuk penghargaan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mental lansia. Selain itu saat lansia kesepian secara nyata sering sendiri atau kesepian dalam arti kurang terlibat dalam komunikasi sosial, dapat memicu munculnya rasa sedih, terpinggirkan, tidak berdaya dan putus asa yang mengarah kepada depresi. Terlebih apa bila lansia tersebut mempunyai keterbatasan fisik dan harus mengandalkan bantuan orang lain dalam aktifitas fisik sehari-hari.
  2. Diskusikan bersama apa saja kegiatan yang ingin dilakukan baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk memberikan kenyamanan, kesenangan dan semangat kepada mereka. Kegiatan sederhana seperti membuat makanan kecil yang disukai keluarga atau rencana jangka panjang untuk membuat tanaman hidrofonik dll. Untuk lansia yang sangat terbatas gerakan fisiknya dapat diberikan bacaan bermanfaat atau mendengarkan musik dan lagu, termasuk yang bersifat keagamaan untuk memperkuat kerohanian mereka.
  3. Sahabat seusia adalah teman terbaik. Karenanya, kegiatan positif yang melibatkan orang seusianya merupakan cara yang sangat baik untuk mengatasi rasa kesepian. Mereka dapat saling berbagi pengalaman, memberikan solusi dan saling menguatkan.

Gangguan Kesehatan

Ada dua kategori gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia:

  1. Gangguan kesehatan yang dapat diduga:
  2. Penurunan fisik termasuk fungsi organ seperti gangguan pencernaan non infeksi, rabun, katarak, penurunan fungsi pendengaran, pelupa hingga perubahan sifat/karakter yang merupakan bagian dari penyakit demensia, cepat lelah karena fungsi jantung menurun dll.
  3. Penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, osteoartritis dll yang juga dapat menimbulkan gangguan fisik lebih lanjut seperti stroke, penurunan fungsi ginjal dll.

Karena tergolong penyakit yang dapat diperkirakan, artinya ada pengaruh faktor alami yang sejalan dengan bertambahnya usia, tetapi bukan sesuatu yang mutlak terjadi dan dapat dikontrol perkembangannya, maka idealnya semua hal ini telah diantisipasi sejak masa pra-lansia atau bahkan sejak muda. Akan tetapi pada lansia yang telah mengalami gangguan kesehatan ini dengan berbagai tingkat yang berbeda, maka inipun masih dapt dikendalikan dengan kerja sama yang baik dengan dokter dalam menentukan waktu konsultasi, konsumsi obat teratur, menyampaikan segala bentuk kemajuan maupun efek samping dll. Gangguan kesehatan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar dan dibiarkan tanpa evaluasi. Sebaliknya bila dihadapi dengan  tepat akan mencapai hasil yang sangat baik.

Gangguan kesehatan tak terduga

Kanker sebenarnya dapat dikategorikan dalam kelompok terduga maupun tak terduga. Sifat kanker yang juga mempunyai pengaruh herediter atau diturunkan, menjadikan kanker sebagai penyakit yang harus dijaga sejak awal pada mereka yang mempunyai keluarga sedarah yang telah menderita kanker sebelumnya. Terdapat pula jenis kanker yang memang sering terdi pada lansia seperti kanker prostat pada pria. Tetapi kanker sering datang tiba-tiba, seperti halnya penyakit lain contohnya stroke, batu empedu, batu ginjal, pankreatitis dll. Namun pola makan yang baik, olah raga dan pemeriksaan rutin sangat membantu untuk mengantisipasi penyakit ini sejak dini.

Bila di sekitar lansia atau di dalam rumah ada yang menderita penyakit yang dapat menular, hindarkanlah lansia dari orang tersebut, bila perlu ungsikan ke tempat lain. Bila tidak memungkinkan setidaknya jangan berada dalam satu ruangan tanpa sirkulasi yang baik. Pastikan lansia tersebut cukup istirahat, makan sehat bila perlu berikan vitamin tambahan.

Satu lagi gangguan kesehatan penting yang tidak terduga tetapi dapat dihindari adalah cedera dan patah tulang. Ada satu aturan baku bagi lansia yang kelihatan sepele tetapi dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup lansia yaitu dilarang jatuh. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa nyeri berkepanjangan, gangguan mobilitas hingga kelumpuhan. Alangkah sayangnya bila seorang lansia telah memelihara kesehatan dengan baik dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik, tetapi mengalami hal ini karena jatuh atau kecelakaan sejenis. Bagaimana cara mencegahnya:

  1. Lakukan semua aktivitas tanpa terburu-buru.
  2. Ciptakan kondisi yang nyaman, aman dan bersahabat di sekitar lansia, misalnya kamar mandi dengan lantai anti slip, tidak turun-naik atau terdapat sesuatu yang dapat mengakibatkan tersandung, terbentur dll.
  3. Kenakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
  4. Bila berjalan di tempat asing pastikan diawasi atau dituntun.
  5. Pada lansia yang mempunyai kelemahan di otot/sendi tertentu harus diantisipasi.

Contoh: bila lutut bermasalah, jangan berdiri/berjalan lama; bila yang bermasalah pergelangan tangan jangan mengangkat sesuatu yang berat atau berbahaya.

Yang perlu digaris bawahi adalah lansia bukanlah beban, tetapi warga masyarakat yang secara biologis telah mengalami beberapa penurunan fisik, tapi justru memiliki kelebihan tertentu yang mungkin tidak dimiliki oleh mereka yang lebih muda. Pengalaman, kekayaan pemikiran dan kebijaksanaan, inilah hal yang perlu terus digali untuk menjadikan mereka tetap merasa dibutuhkan bahkan memperoleh rasa hormat yang selayaknya mereka dapatkan. Dengan mempertahankan kondisi fisik sebaik mungkin akan mendukung dan mewujudkan kualitas hidup yang seoptimal mungkin.

Tinggalkan Komentar Anda

+ 78 = 81