Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Online School : 5 Tips Berguna Untuk Anak Dan Orang Tua

Salah satu kendala baru yang timbul di masa pandemi Covid-19 ini adalah online school (OS) atau sekolah daring. Di mana letak kendalanya? Anda yang merupakan orang tua yang mempunyai anak usia sekolah tentu lebih mengerti. Coba cocokkan dengan beberapa hal di bawah ini, mungkin ini yang terjadi di rumah Anda:

  • Anak tidak konsentrasi dan sangat sulit untuk duduk diam.
  •  Hanya dapat mengikuti sebagian pelajaran karena bosan.
  • Anak hanya dapat mengikutinya jika ibu atau ayah mendampingi, sedangkan keduanya mempunyai kesibukan masing-masing.
  • Memiliki lebih dari satu anak yang menjalani OS.

Harus diakui ada banyak kendala lain seputar OS, namun contoh di atas memang paling umum terjadi. Maka bisa dibayangkan betapa repotnya para ibu yang harus mengurus rumah sambil mendampingi anaknya melakukan OS. Karena bukan hanya untuk satu dua hari, OS yang telah berjalan selama berbulan-bulan telah banyak menyebabkan orang tua mengeluh, bahkan sebagian mengalami gangguan kesehatan seperti hipertensi atau gangguan lambung. Ini sungguh tidak dilebih-lebihkan.
Karena itu beberapa tips di bawah ini semoga dapat memberikan manfaat bagi Anda:

Persiapan fisik ibu dan anak
Sebisa mungkin cukupkan jam tidur ibu dan anak. Anggaplah OS sebagai sekolah biasa, bangunlah minimal 1 jam sebelum OS dimulai. Karena anak sebaiknya sudah mandi supaya segar, mengenakan seragam dan sarapan seperti biasa. Jangan lakukan dengan terburu-buru, karena akan dapat merusak mood keduanya. Tanpa terburu-buru, Anda akan dapat memotivasi anak dengan kata-kata yang manis dan menyenangkan untuk menimbulkan semangat. Jangan lupa, beberapa hari yang penuh dengan amarah dan suasana riuh tak terkendali akan menanamkan kesan buruk yang membuat anak mengkategorikan OS sebagai aktivitas yang tidak menyenangkan. Orang tua sendiri juga harus menanamkan makna positif OS bagi dirinya sendiri, di mana OS ini adalah metode terpilih yang dapat menghindarkan anak dan keluarga Anda dari virus berbahaya, anak memiliki aktivitas positif di rumah, secara akademik tidak tertinggal, Anda tidak perlu menghabiskan waktu di jalan untuk antar-jemput, Anda juga mempunyai lebih banyak waktu dengan si kecil. Di masa mendatang momen ini akan dikenang sebagai masa yang tak terlupakan. Tidak semua generasi memiliki kenangan seperti ini.

Baca Artikel Lainnya :   Apa Sih Kesemutan Itu? Yuk Cari Tahu Disini

Tempat dan suasana belajar yang nyaman
Sudahkah Anda mengabadikannya dalam bentuk foto? Gantungkan / tempelkan beberapa hasilnya di sekitar tempat belajar anak. Pilihlah gambaran paling menggembirakan bagi Anda berdua (bertiga dan seterusnya). Ini adalah salah satu sugesti yang Anda berikan bagi anak maupun diri Anda sendiri. Jika memungkinkan jauhkan dari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anak seperti suara aktivitas dapur, tangis bayi, televisi, suara telepon, dll. Pilihlah lokasi yang cukup tenang, tapi tetap mudah dijangkau jika memungkinkan bagi Anda untuk mengerjakan aktivitas lainnya. Namun jika tidak memungkinkan, maka perlu beberapa pengaturan ulang hal-hal yang sifatnya lebih fleksibel,misalnya aktivitas memasak dipindahkan pada malam sebelumnya, sehingga pada hari itu hanya perlu dipanaskan saja. Jika harus mencuci sendiri, lakukan lebih pagi sebelum anak bangun atau seperti beberapa keluarga memilih untuk mencuci hanya di akhir pekan. Apalagi jika hanya di rumah saja, pakaian rumah yang tidak digosok bukanlah masalah. Intinya adalah tentukan prioritas, sederhanakan masalah. Jangan terpaku pada kebiasaan, jika memang perlu tidak ada salahnya disesuaikan. Ini adalah salah satu kelebihan kita sebagai manusia, yaitu beradaptasi. Cobalah untuk memodifikasi aktivitas Anda, Anda malah mungkin akan menyukainya untuk seterusnya. Beberapa anak terbiasa dengan latar belakang instrumen, tidak ada salahnya diputar instrumen anak yang menimbulkan suasana ceria. Masing-masing anak tentu berbeda, orang tua perlu mengenali dan memberikan tempat dan suasana yang paling tepat untuk anaknya.

Tetapkan tujuan bagi anak
Pemaksaan adalah yang terburuk. Maka orang tua harus memberikan pengertian dengan cara yang baik, apa yang sebenarnya dimaksud dengan OS. Lakukan pada kesempatan yang nyaman, misalnya pada saat dongeng sebelum tidur. Selipkan moral tentang OS dalam cerita Anda. Demikian juga setiap kali akan memulai OS, ajak anak memasuki ruangan belajar dengan gembira. Berpesanlah kepada si kecil untuk memperhatikan wajah dan kata-kata gurunya. Beberapa ibu sangat cerdik dengan sering menyebut sang guru dalam percakapan sehari-hari. Buatlah kesan yang baik sehingga tercipta rasa hormat bahkan sayang kepada figur gurunya. Ini adalah cara yang sangat jitu.

Baca Artikel Lainnya :   Bahaya Obesitas Yang Mengakibatkan Gangguan Pernafasan

OS adalah bentuk tanggung jawab anak sejak dini
Bagi orang tua yang dapat berkomunikasi dengan baik kepada anaknya, kemungkinan OS tidak terlalu menyulitkan. Namun ada beberapa anak yang memang berbeda, butuh usaha tersendiri untuk menjelaskannya. Bahwa setiap anggota keluarga mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri. Sampaikan misalnya dengan mengatakan bahwa saat bunda menyiapkan makanan buat semuanya, si kecil juga tidak ketinggalan dengan “kesibukannya”. Akan ada saatnya bersantai bersama ketika tugas masing-masing telah selesai. Jika perlu, Anda dapat menghampirinya sebentar dan memberinya semangat dengan berbagai cara seperti mengelus kepalanya, berbisik di telinganya atau mengelus punggungnya. Atau sekedar memberikan senyum dan mengedipkan mata, memberikan jempol Anda dsb. Jika pegal, tidak ada salahnya berdiri sebentar dan menggerakkan badan. Walaupun ini sebenarnya adalah tugas guru, mungkin tidak semua guru memperhatikannya. Terutama yang tidak terbiasa dengan metode OS.

Pujian dan apresiasi
Satu hal yang tidak boleh ketinggalan adalah pujian dan apresiasi yang tulus. Siapkan makanan atau jadwalkan aktivitas yang disukai anak setelah jam OS berakhir.

Semoga beberapa info ini dapat membantu Anda menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, baik bagi si kecil maupun Anda sendiri. Setidaknya setiap orang tua dapat berbangga hati ketika berhasil mengatasi tantangan ini, dan tidak menjadikannya sebagai masalah permanen yang tidak terselesaikan. Karena kenyataannya solusi itu memang ada.

Tinggalkan Komentar Anda