Klik Untuk Menilai Artikel ini
[Total: Rata-rata: ]

Varian Baru Covid-19? Ini Dia 6 Fakta Yang Harus Kamu Ketahui!

Belum banyak yang dipahami ilmuwan tentang virus Covid-19 yang muncul di akhir tahun 2019 di Wuhan, saat ini telah muncul beberapa varian baru yang membuat para ahli harus bekerja lebih keras untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang virus ini. Kepentingannya bukan hanya untuk keperluan ilmu pengetahuan, tapi juga berkaitan dengan penanganan penyakit yang ditimbulkannya. 

Karena itu ada perlunya bagi kita untuk memahami lebih jauh, setidaknya untuk hal yang berkaitan dengan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk membantu memutus tali rantai distribusi varian baru ini.

Berikut ini beberapa fakta penting yang harus kamu ketahui:

  • Timbulnya varian baru bukanlah hal yang aneh. Ini sudah dapat dipastikan terjadi pada mayoritas virus.
  • Varian baru merupakan hasil dari proses mutasi. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada virus. Perubahan ini mungkin saja berpengaruh pada daya infeksi virus atau pada kecenderungan berat-ringan gejala yang ditimbulkannya. Misalnya ketika suatu daerah dalam periode tertentu setelah ditemukannya varian baru, kemudian mengalami peningkatan drastis penderita, bisa saja karena varian ini lebih mudah menular karena daya infeksinya lebih tinggi. Tentu saja ini harus memperhatikan juga faktor lainnya. Tapi jangan salah, mutasi kadang malah membuat virus melemah. Karena itu varian baru yang timbul tidak semuanya dapat menyebar dan bertahan di alam, sebagian hanya timbul untuk waktu singkat dan menghilang.
  • Virus dapat mengalami mutasi karena berbagai sebab, antara lain karena kesalahan yang terjadi dalam proses mengopi dirinya. Dapat juga disebabkan oleh pencampuran yang terjadi ketika satu inang diinfeksi oleh dua jenis virus yang mempunyai banyak kemiripan.
  • Kapan hasil mutasi tersebut benar-benar menjadi masalah baru? Indikatornya antara lain ketika teridentifikasi pada individu berbeda, di tempat yang berbeda dan terbukti menyebabkan gejala yang lebih berat bahkan dengan persentase kematian yang lebih besar. Atau jika derajat keparahannya tidak berbeda, tapi menyebar lebih cepat dan menyebabkan peningkatan angka kesakitan yang relatif lebih cepat.
  • Dalam hal mutasi virus penyebab Covid-19, sebagian ahli memperhitungkan bahwa kecepatan mutasinya tidak secepat kebanyakan virus lainnya. Namun pada kenyataannya varian baru yang cukup bermasalah telah ada di antara kita. Maka yang paling penting selanjutnya adalah bagaimana menyikapinya.
  • Apa yang dapat kita lakukan sebagai antisipasi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang telah dianjurkan selama ini sebagai protokol pencegahan Covid-19 pada umumnya, yaitu memakai masker sebagai pelindung, mencuci tangan serta menjaga jarak. Namun yang perlu ditambahkan adalah tingkat kepatuhan dalam menjalankannya.
Baca Artikel Lainnya :   Demensia: Umum Pada Usia Lanjut, Bukan Berarti Wajar

Pandemi yang telah belangsung lebih dari satu tahun ini mungkin memang telah menyebabkan perubahan sikap yang cenderung negatif pada sebagian orang.
Ada yang merasa percaya diri karena sejauh ini “tetap aman” (padahal mungkin sudah pernah jadi OTG=orang tanpa gejala; bahkan jangan-jangan sudah ikut dalam jaringan penyebaran virus), akibatnya mulai kendor dalam mengikuti protokol.
Tidak taat protokol mungkin juga diakibatkan rasa lelah akan panjangnya periode pandemi ini. Yang lebih memprihatinkan adalah adanya sebagian orang yang masih menyangsikan keberadaan virus ini sendiri.

Ada baiknya kita melihat apa yang terjadi di beberapa negara yang sedang dilanda gelombang Covid. Hal seperti ini adalah bukti nyata seriusnya Covid-19. Bukan untuk menjadikan kita pesimis, tapi justu termotivasi untuk lebih serius memutus rantai penularannya.
Tetap taat protokol, ikuti program vaksinasi dan meningkatkan ketahanan tubuh. Keyakinan akan berlalunya pandemi harus disertai tindakan nyata untuk merealisasikannya. Kita pun punya andil di dalamnya. Kita pasti bisa!
(AMS/SSI)

Tinggalkan Komentar Anda